Sapa seh yang gatau buah yang satu ini?? Buah imut yang jadi sumber inspirasi buat banyak produk. Mulai dari jus, manisan, es krim, kue, pudding, dan seterusnya dan seterusnya…..hmmm yummy. Belum lagi barang-barang yang mengambil bentuk dan image dari buah ini. Buah asem-asem seger yang bikin orang merem melek sewaktu mencicipi. Juga bentuknya yang kecil dan imut, dengan warna merah yang menggoda….berhasil menarik banyak turis dari luar kota untuk datang ke Bandung, dan rela bayar mahal buat memetik sendiri buah ini, walau harus membayar harga yang lebih mahal, daripada membeli buah yang sudah disajikan dalam plastik (hmm, padahal rasanya sama aja kan hoho…)
Nah pasti sudah tau kan buah apa yang gw maksud ini. Yup tepat…. Buah duren!!! Enggalah, tentunya buah strawberry.
Buah satu ini bisa dibilang buah yang sangat menarik, buat gw tentunya….mengapa?? kita tanya Galileo….Yup itulah yang akan gw bahas dalam tulisan gw kali ini.
Mungkin kalian berpikir, apa sich yang bisa dibahas dari buah kecil segede upil kaya gitu? Nah, karena itu, gw kasi tau dulu dalil Yohana:
Dalil Yohana yang pertama: semua ciptaan Tuhan, pasti diciptakan untuk memberi suatu pelajaran buat manusia
Dalil Yohana yang kedua: sekecil-kecilnya dan setidak berartinya sebuah ciptaan Tuhan, tetap ada pelajarnnya bagi manusia
Dalil Yohana yang ketiga: kalau kalian ngga setuju sama hal-hal yang tercantum di atas, segera lapor ketua RT dalam waktu 1 X 24 jam (???)
Sesuai pernyataan gw tadi, brati kita sepakat kalau strawberry yang lucu dan imoet itu pasti punya pengajaran-pengajaran terpendam yang bisa kita pelajari. Dan sebagai seorang ahli strawberryolog, Yohana akan menerjemahkan bahasa kalbu sang strawberry yang ingin disampaikan pada kalian.
Pertama-tama, hal terluar yang bisa kita lihat adalah bentuknya yang sekilas terlihat menyerupai “hati’, atau tepatnya jantung. Hati adalah suatu yang bersifat “romantis”(duilaaa….), dan tentunya mengingatkan kita suatu kata yang amat sakral, yakni “KASIH”. Kasih yang gw maksud bukan sekedar kasih dari 2 insan yang berlainan jenis (satu tumbuhan, satunya lagi bebatuan…), tapi kasih yang jauh lebih luas, kasih antar teman, kasih antar keluarga, kasih antar sodara, kasih antar musuh, kasih antar orang yang tidak saling mengenal, dan tentunya kasih antara kita dan Tuhan. Dari dulu sampai sekarang, ga pernah kan kita liat stroberi yang bentuknya segitiga atau kubus (kecuali kalau uda direkayasa genetic kali yah). So, Tuhan menciptakan stroberi agar kita selalu ingat….sampai kapanpun….kita ga boleh kehilangan bentuk kasih kita, juga selalu menunjukkan kasih kita dalam kulit kita (bukan kasih yang ditutupi, tapi juga bukan kasih yang dibuat-buat). Filipi 4:5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! Sama seperti stroberi tetap berbentuk demikian, siapapun yang memakannya, maka kita pun harus menunjukkan kasih kita buat siapapun!
Banyak banget makanan yang diolah, dengan menggunakan nama belakang “rasa stroberi”, ada es krim rasa stroberi, susu stroberi, kue stroberi, odol rasa stroberi, selai stroberi, bahkan baso rasa stroberi (ini beneran ada lho!), jadi terinspirasi mo bikin kawat gigi rasa stroberi neh huhu…. Ada yang mau pesen?mumpung lagi diskon. Wokeee lanjut… Suatu pertanyaan, kenapa stroberi sering banget dipake sebagai rasa dari suatu produk, baik makanan maupun bukan? Tentunya karena stroberi ini punya suatu rasa yang unik dan disukai banyak orang. Untuk membuat produk dengan rasa stroberi ini, tentunya stroberi perlu diolah lebih lanjut. Walau gw bukan seorang ahli bikin makanan, tapi kebayang salah satu proses pembuatannya tentu dengan menghancurkan stroberinya, mungkin juga dengan proses pengeringan, atau dimasak, dan dicampur dengan bahan-bahan lainnya. Luar biasanya, walau telah diproses dan melalui berbagai tahapan yang rumit, stroberi ini tetap mempertahankan rasanya. Tidak kecampur sama rasa dari bahan yang lain. Orang tetap bisa menebak suatu produk mempunyai rasa stroberi, bahkan tanpa perlu membaca labelnya. Cukup merasakan atau mencium baunya, kita tau kalau produk tersebut memiliki rasa stroberi. Rasa maupun aromanya yang unik jadi suatu ciri khas tersendiri yang tentunya berbeda dari rasa-rasa lainnya.
Nah, kita gimana tuh??
Sebagai anak Tuhan yang dituntut untuk beda dari orang-orang dunia, bisa ga kita pertahanin “rasa dan aroma” kita, agar tetap unik, dan tidak berubah, walau kita melalui berbagai hal yang sulit, atau harus bersatu dengan lingkungan yang “dunia’ banget. Kalau kita mau belajar dari stroberi ini, harusnya kita berusaha menjadi “aksen” di tengah lingkungan kita. sesuatu yang berbeda, dan mempunyai ciri khas yang kental sebagai anak Tuhan. Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Matius 5:13 Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Matius 5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
Stroberi yang masih kecil, warnanya cenderung putih agak krem. Saat semakin matang, warnanya berubah menjadi merah muda, dan akhirnya merah tua menggiurkan seperti yang kita liat selama ini. Menurut Teori-teori warna yang ada, warna merah merupakan salah satu dari warna primer. Walau ada beberpa teori warna yang beda dalam menentukan warna apa saja yang termasuk warna primer, namun warna merah merupakan warna yang disetujui oleh semua teori warna, sebagai warna primer. Selain itu, warna merah diasosiasikan dengan “sesuatu yang lebih(bahkan cenderung berlebihan), juga cinta, nafsu, kekuatan, berani, primitive, menarik, bahaya, dosa, pengorbanan, vitalitas” (Design in Dress; oleh Marian L. David). Di beberapa negara Asia khususnya, merah merupakan symbol kebahagiaan. Merah pun dikategorikan sebagai warna “hangat”. Bahkan dalam penelitian psikologi ditemukan, warna merah dapat mengakibatkan detak jantung seseorang berdetak lebih kencang saat menatapnya (hmmm….tips buat menggaet orang yang kita taksir:pakailah baju merah biar jantung si dia berdetak lebih kencang hehe..). Sama seperti stroberi yang memberi semangat untuk orang yang melihatnya, bisa ga yah kita juga jadi pendorong atau penyemangat untuk orang yang melihat kita. Selain itu, orang merasa hangat dan bersemangat saat melihat kita. Bukannya malah lesu dan malas saat bertemu kita. Berarti ga menjadi berkat dunk. Bahkan dari warna merahnya saja, bisa dijabarkan banyak hal, seperti keberanian, pengorbanan, dll seperti arti dari warna merah tersebut. Namun hal utama dari kasih yang dipancarkan oleh warna merah adalah, setiap saat “merah” kita harus semakin tua dan pekat. Semakin menyala dan bukannya justru semakin lemah. Biarlah Roh kita selalu menyala-nyala, demikian juga dengan semangat dan kasih kita, hari demi hari kita tingkatkan dan perbaharui. So, BUKTIKAN MERAHMU…


